Sang Nenek Sangat Marah dan Tidak Mau Menjualkan Kue Panggangnya Kepada Pembeli Satu Ini, Dikarenakan Pembeli Ini Telah Memarahi Gembel Cilik Sekitarnya! Namun, Siapa Sangka Kejadian Beberapa Kemudiannya!? - Jinpoker | Agen Poker Domino Online | Taruhan Online

Breaking

Selamat Datang Di Jinpoker Agen Poker Online Terbaik Indonesia Mudah pecah GLOBAL JACKPOT dengan Win Rate tertinggi di Indonesia!! Mainkan Game-nya & Menangkan JACKPOT-nya sekarang juga!! dan Ditunggu Gabungnya Bersama Jinpoker.com

Sabtu, 13 Januari 2018

Sang Nenek Sangat Marah dan Tidak Mau Menjualkan Kue Panggangnya Kepada Pembeli Satu Ini, Dikarenakan Pembeli Ini Telah Memarahi Gembel Cilik Sekitarnya! Namun, Siapa Sangka Kejadian Beberapa Kemudiannya!?

JINPOKER - Tidak lama ini, ada seorang nenek penjual kue panggang di pinggir jalan! Kue panggang buatannya telah terkenal sangat enak, hingga tiap pagi sangat banyak orang yang rela mengantri demi membeli kue panggangnya nenek ini. Walaupun nenek ini sudah tua, namun nenek ini sangat mahir dalam berhitung.


AGEN POKER ONLINE

Ia sangat tahu jelas dalam sehari-hari berapa banyak kue yang telah ia dapat jual. Jikalau ada pembeli baru masih datang mengantri, nenek itu akan segera bertanya berapa kue panggang yang ingin kamu beli? Jikalau lebih dari hasil buatannya, ia akan segera berkata "maaf kuenya sudah habis".

Pada suatu hari ada 4 kue panggang yang tersisa, namun di depan masih ada 5 orang yang sedang mengantri. Sang nenek pun berkata kepada para pembeli "maaf, sisa kue ini adalah miliki orang lain.

Ternyata tidak jauh dari tempat ia berjualan ada seorang pengemis cilik yang terlihat sedang kelaparan. Wajah anak cilik itu sangat kotor, bajunya pun sudah compang camping. nenek tersebut pun bergegas mengambilkan 2 botol air putih beserta kue panggang untuk anak itu.

BANDAR JUDI ONLINE

Anak tersebut pun makan kue dan minum air hingga kekenyangan. Kini perut anak cilik tersebut sudah tak lagi kelaparan seperti tadi. Ia menatap sang nenek sambil tersenyum bodoh.

Sejak hari itu, pengemis cilik ini pun kini selalu berdiri dekat tempat sang nenek berjualan. Ia setiap hari berharap sang nenek memberikan ia makanan di pagi hari. Beberapa pembeli kasihan melihatnya, namun ada juga pembeli yang mengusirnya.

Setelah mendengar pembeli tersbeut mengusir si anak cilik gembel ini, snag nenk pun marah dan tidak mau menjualkan kue panggang padanya. Tapi pembeli tersebut masih saja tetap berdiri mengantrinya.


AGEN JUDI ONLINE

Suatu hari anak cilik itu bertingkah aneh! Ia berdiri di depan para pembeli sambil gelisah. Nenek tersebut pun memberinya kue panggang kepada anak cilik gembel ini, namun ia menolaknya, diberikan air juga tidak mau. Sang nenek benar-benar kebingungan katanya, "Sebentar panggang kue dahulu ya, habis itu baru nenek bisa menemani kamu ngobrol nak."

Anak cilik ini pun lompat sana sini, sangat tidak nyaman. Akhirnya ia pun tidak dapat menahan lagi, ia membuka celananya kemudian langsung jongkok. Para pembeli menutup hidung mereka masing-masing, ingin marah pada si cilik ini, namun tidak berani takut sang nenek tidak menerimanya.

Dengan kelakuan anak cilik ini, nenek penjualan kue panggang itu hanya tertawa lalu berkata "Lucu anak satu ini, ternyata kamu ingin buang air besar ya nak!? Sekarang saya mengerti mengapa dari tadi kamu bersikap aneh, hingga membuat nenek menjadi kebingungan."

Sang nenek pun menggeser grobak jualannya sekitar 25 meter ke arah timur menjauhi anak tersebut. Para pembeli pun mengikuti jejak sang nenek.


Tak lama sang nenek pindah, tiba-tiba ada sebuah truk yang kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik. Kejadian lokasi kejadian itu adalah lokasi awal sang nenek berjualan lho! Untuk sang nenek dan para pembeli sudah pindah ke arah timur sana. Kalau tidak, pastinya sudah terjadi hal yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang.

BANDAR JUDI ONLINE

Semua pembeli yang bermuka kesal dengan anak cilik itu saja, langsung berubah menjadi berterima kasih kepadanya. Semua para pengantri pun mengerluarkan uang dari saku nya masing-masing dan memberikan kepada anak cilik ini. Tapi siapa sangka reaksi anak cilik ini? Ternyata ia tidak mau menerima pemberian dari para pengantri, ia menolak pemberian dari mereka. Ia hanya berdiri didepan grobak nenek sambil tertawa bodoh saja.

Dengan kejadian itu pun langsung cepat tersebar di kota sekitar, orang-orang penasaran dengan anak cilik itu. Namun keesokan harinya gembel cilik itu pun tidak pernah muncul lagi. Orang-orang tidak tahu dari mana datangnya anak tersebut dan tidak tahu kini kemana anak cilik itu pergi!