Ada Satu Bayi Sedang Mengalami Virus Kawasaki, Diduga Melanda Sekitar Surabaya! - Jinpoker | Agen Poker Domino Online | Taruhan Online

Breaking

Selamat Datang Di Jinpoker Agen Poker Online Terbaik Indonesia Mudah pecah GLOBAL JACKPOT dengan Win Rate tertinggi di Indonesia!! Mainkan Game-nya & Menangkan JACKPOT-nya sekarang juga!! dan Ditunggu Gabungnya Bersama Jinpoker.com

Kamis, 01 Februari 2018

Ada Satu Bayi Sedang Mengalami Virus Kawasaki, Diduga Melanda Sekitar Surabaya!

JINPOKER - Kota Surabaya diduga sedang dilanda ancaman virus Kawasaki. Yang sedang dialami salah satu bayi berusia delapan bulan, asal Surabaya, diduga terjangkit virus Kawasaki. Virus jenis baru ini akan menyerang bayi diatas usia lima bulan dan gejalanya menyerupai demam berdarah.


AGEN POKER ONLINE

Dari Agus Harianto SpA (K), dokter spesialis anak, asal RSUD dr Soetomo Surabaya menuturkan bahwa virus Kawasaki ini biasanya menyerang anak-anak usia di atas 5 bulan. Tapi, orang dewasa juga bisa saja terkena virus tersebut loh.

"Gejala awal virus Kawasaki ini hampir mirip dengan demam berdarah. Suhu badan panas yang tidak stabil. Bahkan, hingga lebih dari 4 hari. Jika dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit demam berdarah atau campak. Namun, virus ini tidak akan menular," tutur dari Agus harianto SpA (K), Selasa, 30 Januari 2018.

Kemudian, setelah suhu badan panas berkepanjangan, tiba-tiba mata memerah, serta mulut dan bibir pun menjadi kering. Biarpun kamu melakukan tes darah, tes urine, dan foto thorax dari hasil semuanya akan tetap terlihat normal saja kok!

BANDAR JUDI ONLINE

"Namun bayi itu, diduga mengalami virus Kawasaki! Dan untungnya bayi itu sudah mendapatkan pertolongan dan ia juga bisa seger terdeteksi," Ujarnya.

Tah hanya itu saja, setelah diberikan 150 ml (3 botol) dalam waktu 12 jam, kondisinya terus membaik, dan virus Kawasaki tidak sampai menyebarkan ke pembuluh darah dan jantung. Pemeriksaan echo jantung hasilnya juga normal kok.

Jikalau ingin memberi obatnya juga kita harus mempersiapkan dengan uang yang begitu banyak loh!



AGEN JUDI ONLINE

Kalian mengkhwatirkan, bila penanganan terlambat atau pendeteksian suhu tubuhnya melebihi hari ketujuh, dikhawatirkan virus Kawasaki ini juga dapat menyerang pembuluh darah dan jantung. "Bahkan, jika penderita yang sudah terserang, selain mata, bibir dan mulut memerah, telapak tangan, telapak kaki, dan bagian leher juga akan memerah," ujarnya.

Obat utama penangkal virus Kawasaki ini yakni Immune Globulin Injection, jenis Gamunex harganya pun super mahal yakni Rp 9,5 juta untuk 50 ml atau satu botolnya.

"pemakaian obat ini sama dengan infus. Namun, takaran untuk tiap anak berbeda-beda, bergantung berat badan. Semakin berat badan anak tersebut, semakin banyak juga pemakaian obat ini. Setiap botol atau isi 50 ml akan habis dalam waktu sekitar 4 jam," ujarnya.

BANDAR POKER ONLINE

Ia juga akan menambahkan, pasca pemberian obat itu, masa pemulihan anak berlangsung selama 1-2 bulan. Selain itu, pemberian obat aspilet atau obat pengencer darah untuk mencegah terjadinya serangan jantung, dikonsumsi sehari sekali selama 6 minggu.

"Sedangkan untuk pemberian vaksinasi campak akan dijadwalkan mundur, atau hingga 11 bulan ke depan" ujarnya.

Ia menghimbau, bagi para orang tua diimbau agar lebih memperhatikan kesehatan anak-anaknya, sebab sebagian orang tua biasanya menganggap hal biasa ketika suhu badan anak mengalami panas demam.

Selalu waspada walaupun hal tersebut "langkah"



Hal tersebut bukan tentang model motor merek kawasaki atau penyakit yang merusak motor bermerek kawasaki, melainkan penyakit langka ini memang bernama Virus Kawasaki.

Kawasaki Disease salah satu jenis penyakit yang cukup baru ini sangat rentan menyerang tubuh pada anak. Prof. Tomisaku Kawasaki seorang dokter spesialis anak di Jepang, menemukan penyakit kawasaki pada tahun 1960-an. Penyakit kawasaki ini biasanya ditemukan pada anak berusia kurang dari 5 tahun, tapi tak menutup kemungkinan dapat menyerang anak di atas usia tersebut.

Asal muasal atau penyebab penyakit ini belum diketahui secara khusus, karena tim medis pun masih melakukan penelitian dan masih sangat jarang ditemukan pada anak-anak di Indonesia. Namun bukan berarti Anda mengabaikan tanda dan gejala pada penyakit langka ini, justru dengan mengetahui penyakit ini Anda dapat melindungi si kecil lebih awal.